Partner Informasi Bisnis Terpercaya

Cara Menghitung Profit untuk Bisnis StartUp

0 6

Bagi setiap bisnis / usaha yang berada di tahap pengembangan, mengukur profitabilitas secara akurat tentu sangat penting. Ini dilakukan agar terbentuk praktik bisnis yang efektif dan juga manajemen keuangan bisnis. Setidaknya, ada beberapa cara menghitung profit untuk bisnis startup yang bisa dilakukan.

Terdapat beberapa metrik yang dapat digunakan oleh bisnis / usaha, analis keuangan, dan akuntan dalam mengukur seberapa besar profit (profitabilitas) di konteks yang berbeda. Salah satu metrik yang banyak digunakan adalah laba bersih (net income).

Mulai dari bisnis startup sampai perusahaan blue-chips sekalipun, harus tetap memperhatikan dengan baik bottom line-nya. Laba bersih (net income) tersebut mencerminkan jumlah pendapatan tetap sebagai laba, setelah memperhitungkan semua utang, biaya, pajak, dan aliran pendapatan.

Pada satu sisi, metrik tersebut memberikan pandangan terbaik tentang profitabilitas, tetapi di sisi lainnya ada terkadang ada tantangan pada rinciannya. Bagi bisnis startups khususnya, menghitung profit di berbagai level adalah cara terbaik untuk memastikan praktik keuangan yang optimal di setiap tahap, membuka jalan bagi pertumbuhan di masa depan.

Cara Menghitung Profit Bisnis Startup Lebih lanjut

Pada tingkat yang paling dasar, perusahaan startup harus menilai profitabilitas berdasarkan item per item. Barang dan kuantitas yang diproduksi perusahaan sangat menentukan pendapatannya. Tanpa pendapatan, tidak akan ada keuntungan.

Pendapatan marginal adalah jumlah peningkatan pendapatan yang dihasilkan oleh setiap item tambahan yang dihasilkan. Jika perusahaan memproduksi satu lagi item, yang sudah dilakukan minggu sebelumnya dan menjualnya seharga IDR 100.000, pendapatan marjinal untuk item tersebut adalah IDR 100.000.

Mempertahankan pendapatan marjinal yang sehat sangat penting untuk memastikan operasional utama perusahaan tidak menguras keuangannya secara tidak perlu. Jika pendapatan marjinal tidak sama atau melebihi biaya marjinal, ada sedikit manfaat yang diperoleh dengan meningkatkan output. Memantau pendapatan marjinal membantu bisnis dari semua ukuran memastikan tingkat produksi yang optimal.

Ada banyak hal lain dalam menjalankan bisnis daripada sekedar menambahkan angka penjualan. Memproduksi barang dan jasa membutuhkan modal sebelum menghasilkan uang. Laba kotor adalah ukuran profitabilitas yang memperhitungkan biaya menciptakan produk untuk dijual dan dihitung dengan mengurangkan harga pokok penjualan, atau HPP, dari total pendapatan.

Harga Pokok Penjualan (HPP) mencakup semua biaya yang terkait langsung dengan produksi barang untuk dijual, seperti biaya bahan baku, tenaga kerja untuk menciptakan atau merakit produk, pengiriman, dan biaya pengiriman.

Jika suatu produk menghasilkan sejumlah besar pendapatan, tetapi biayanya hampir sama untuk memproduksinya, maka terdapat sedikit keuntungan yang tersisa untuk berinvestasi dalam pertumbuhan masa depan. Bisnis startup dengan praktik produksi yang tidak efisien akan dengan cepat menuju kehancurannya.

Di tingkat berikutnya, penting untuk memastikan operasi sehari-hari, tidak menguras arus kas. Laba operasi mengukur jumlah pendapatan yang tersisa setelah memperhitungkan biaya operasional, seperti sewa, utilitas, upah, dan asuransi, selain HPP.

Metrik ini menginformasikan pengusaha tentang sejauh mana potensi keuntungannya tergerus karena biaya operasional. Jika ada kesenjangan besar antara laba kotor dan laba operasi, itu mungkin menjadi indikasi biaya overhead terlalu tinggi. Startup dapat menggunakan metrik ini untuk menginformasikan keputusan tentang lokasi properti, jam kerja, dan perubahan personil.

Semua metrik tersebut merupakan cara menghitung profit sebuah bisnis startup. Hal ini untuk menetapkan bagaimana dan pada aspek mana bisnis tersebut menghasilkan dan kehilangan uang. Dari mana produk dijual, berapa banyak orang yang akan dipekerjakan, atau berapa banyak utang yang harus diambil untuk membiayai pertumbuhan di masa depan.

Menilai profitabilitas di berbagai tingkatan memungkinkan pemilik bisnis untuk membuat keputusan yang lebih tepat di berbagai lini bisnis.

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter
Dapatkan info terbaru tentang bisnis, peluang usaha, keuangan langsung di email Anda.
Anda dapat berhenti berlangganan kapanpun.

Tinggalkan Balasan

Data Email Anda Aman dan Tidak Akan Pernah Disalahgunakan.